Mengenang Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru dan Tetap Honorer Sampai Pensiun

Mengenang Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru dan Tetap Honorer Sampai Pensiun

Mengenang Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru dan Tetap Honorer Sampai Pensiun

Mengenang Sartono, Pencipta Lagu Hymne Guru dan Tetap Honorer Sampai Pensiun

Nama Sartono tak mungkin dipisahkan dari dunia pendidikan. Di usianya yang ke 79 tahun sang

‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu dipanggil Yang Maha Kuasa. Namun karyanya akan selalu dikenang hingga akhir masa.

Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, itu adalah pencipta lagu ‘Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’. Pada tahun 1980-an, lagu itu wajib dinyanyikan di sekolah-sekolah baik tingkat SD hingga SMA di Indonesia.

Di kampung halamannya, Sartono yang mempelajari musik secara otodidak menjadi satu-satunya guru seni musik yang bisa membaca not balok. Saat menciptakan lagu bersejarah itu, Sartono bersiul lalu ditorehkan ke dalam catatan kertas. Maklum saja saat itu alat musik memang masih terbatas.

Sartono memulai kariernya sebagai guru seni musik pada tahun 1978. Ia adalah guru

di sebuah yayasan swasta yang mengajar di SMP Katolik Santo Bernardus, Kota Madiun. Sartono sendiri purnatugas dari sekolah tersebut pada tahun 2002, tetap sebagai honorer dan tidak pernah jadi pegawai negeri sipil (PNS).

Walaupun penghasilannya dari pekerjaannya sebagai guru pas-pasan, kecintaannya pada musik membuat Sartono menciptakan beberapa buah lagu. Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional pada tahun 1980, Sartono mengikuti lomba mencipta lagu tentang pendidikan.

Selain lagu Hymne Guru, Sartono juga menghasilkan delapan lagu bertema pendidikan lainnya.

Perhatiannya dalam dunia pendidikan dan pengabdiannya sebagai guru membuahkan penghargaan dari Mendikbud Yahya Muhaimin dan Dirjen Pendidikan Soedardji Darmodihardjo pada saat menciptakan lagu “Hymne Guru”. Tapi, hingga akhir hayatnya, ia tak pernah dapat royalti dari lagu yang ia ciptakan. Sartono tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah Madiun, setelah menjalani perawatan sejak 20 Oktober lalu. Dia menderita sakit diabetes dan stroke. Selamat jalan Bapak Sartono, karyamu akan selalu dikenang.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/9a5esma78U6Qw