Masa Lalu, Kini dan Mendatang

Masa Lalu, Kini dan Mendatang

Masa Lalu, Kini dan Mendatang

Masa Lalu, Kini dan Mendatang

Aku membuka mata dan tersenyum simpul. Huah, kenangan memang sering tampak begitu menggoda untuk kita datangi lagi. Malah jika tidak berhati-hati, kita bisa terperangkap selamanya disana.

Tapi, masa lalu sudah tersimpan abadi, dengan segala keindahan dan kesedihannya. Takkan ada seorang pun yang mampu mengusiknya lagi, jadi mengapa harus kupikirkan? Ia sudah tersimpan aman dalam kotak kenangan…

Masa kini pun, seberat apapun jika memang terasa sulit, seindah apa pun jika memang terasa manis, toh akan segera aku tinggalkan seiring dengan sore menjelang..

Masa depanlah tempat kita berada. Detik demi detik yang kita lalui adalah sedang menuju perjalanan menuju masa depan tersebut…

Jadi, lebih baik sekarang sibuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan..

Jangan terlalu berkutat dengan masa lalu dan terlalu asyik menikmati masa sekarang.

Jika saat ini kita sedang jatuh, bangkitlah…

JIka saat ini kita sedang dipuncak, jangan terlena..

Karena, masa lalu sudah terpahat abadi, masa kini hanya sejenak dan sudah segera kita tinggalkan. Masa depanlah tempat kita melanjutkan hidup…

Seperti kata Albert Einsten, ‘hidup seperti orang naik sepeda, harus terus bergerak maju. Jika kita berhenti, kita akan terjatuh’

Seperti yang dicontohkan oleh alam semesta, mereka terus bergerak, terus berputar. Bumi pada porosnya, bulan pada bumi, planet pada matahari, matahari pada pusat galaksi, begitu seterusnya. Terus bergerak jangan pernah berhenti…

Jangan pernah berhenti teman, atau kita akan terjatuh

Baca Juga :