Kadisdik: Kami Belum Tahu Secara Resmi

Kadisdik: Kami Belum Tahu Secara Resmi

Kadisdik: Kami Belum Tahu Secara Resmi

Kadisdik Kami Belum Tahu Secara Resmi

Dibalik rencana proyek pembangunan rel ganda jalur Kereta Api (KA) jurusan Bogor-Sukabumi

membuat kekhawatiran tersendiri bagi beberapa sekolah yang ada di Kota Bogor. Pasalnya, sekolah yang berdiri di sekitar jalur rel KA dipastikan akan terdampak pembongkaran.

Rencana ini sendiri tertuang dalam surat bernomor 591/1398/REM KSM tertanggal 30 Agustus 2019. Di mana, surat tersebut memberitahukan tentang jadwal sosialisasi penertiban lahan yang berada di bantaran rel KA Bogor-Sukabumi.

Sementara, isi surat ditandatangani atas nama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat

, Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial, Daud Achmad, selaku Ketua Harian Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan. Kemudian, surat ditujukan kepada masing-masing kepala keluarga, sekolahan hingga penghuni lain di sepanjang jalur kereta Api jurusan Bogor–Sukabumi.

Plt Kepala SDN Layungsari 2, Subadri membenarkan hal tersebut. Menurutnya

, salah satu blok gedung sekolahannya akan terkena gusur proyek pembangunan rel ganda jalur KA jurusan Bogor-Sukabumi. “Ada tiga ruang belajar di bawah yang akan terkena pelabaran rel PJKA. Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan persoalan ini dan mencarikan solusinya,” katanya.

Sekadar diketahui, ada beberapa sekolahan yang akan terancam kena gusuran dampak dari proyek pembangunan rel ganda jalur KA jurusan Bogor-Sukabumi. Diantaranya, SMP N 7 Kota Bogor, SDN Layungsari 2 dan 1, SMP N 9 Kota Bogor hingga beberapa sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.

Menanggapi hal itu, Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin, mengaku belum menerima pemberitahuan secara resmi dari PJKA terkait rencana proyek pembangunan rel ganda jalur KA jurusan Bogor-Sukabumi. “Hingga saat ini kami belum menerima pemberitahuan secara resmi. Kita baru akan mengecek sekolah-sekolah mana saja yang terkena dampak pelebaran pembangunan rek kereta api ini,“ katanya.

“Jika sudah ada pemberitahuan secara resmi kepada kita, baru kita akan susun perencanaan selanjutnya, walaupun sejauh ini kita juga sudah mengantisipasi rencana pembangunan rel ganda PJKA tersebut,” tutup pria yang akrab disapa Fahmi.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/G3L6DJ9