Indeks Integritas Sekolah Diumumkan, FSGI: Kontraproduktif

Indeks Integritas Sekolah Diumumkan, FSGI: Kontraproduktif

Indeks Integritas Sekolah Diumumkan, FSGI Kontraproduktif

Wacana pemerintah untuk mengumumkan indeks integritas sekolah

, ditolak Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listyarti mempertanyakan tujuan kebijakan tersebut. Terlebih, nilai Ujian Nasional (UN) kini tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. Karena itu, diumumkannya indeks integritas sekolah akan menyebabkan sekolah kontraproduktif.

“Apakah niatnya agar sekolah yang bersangkutan mendapat cambuk meningkatkan

prestasi UN? Rasanya kalau niatnya itu maka mengumumkan hal tersebut malah kontraproduktif,” ujar Retno Listyarti kepada Edupost.id.

Retno mengungkapkan, seseorang cenderung bangga jika prestasinya baik, bukan sebaliknya. Ia mengakui, di satu sisi, bagi daerah yang terjadi mencontek massal, tentu dapat membuat mereka jera saat diumumkan. Dengan begitu mereka akan berubah menjadi lebih baik.

“Namun, bagaimana dengan daerah yang indeks integritasnya rendah tapi faktanya

memang tidak ada kebocoran dan contek mencontek? Bukankah ada cctv yang bisa dipakai untuk verifikasi?,” jelasnya.

Retno meyakini, pihak sekolah tentu memberikan pendidikan ke siswanya agar tidak ada contek mencontek saat ujian. “Saya yakin tidak ada contekan dan tidak ada yang cari-cari bocoran soal. Kok bisa indeks integritas mereka rendah?,” tegasnya.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

8